Satelit Palapa N-2 Dipersiapkan Sebagai Pengganti Palapa D

Frekuensi Palapa Nusantara 2 -  Satelit komunikasi generasi terbaru yaitu HTS (high throughput satellite) milik Indonesia, akhirnya akan diluncurkan di China, satelit yang diberi nama Palapa N-2 (Nusantara Dua) rencananya akan diluncurkan pada Mei tahun 2020 nanti.

Bernaung pada PT Indosat tbk melalui Indosat Ooredoo sebagai jasa penyedia jasa satelit bersama PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) dimana kesepakatan kerja sama untuk pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Satelit Palapa N-2 Dipersiapkan Sebagai Pengganti Palapa D

Satelit Palapa Nusantara 2 ini nantinya akan menempati posisi orbit 113 bujur timur yang akan menggantikan satelit yang ada pada saat ini yaitu palapa d bertepatan berakhirnya masa aktifnya ditahun 2020 mendatang.

Rencananya peluncuran Palapa Nusantara 2 menggunakan metode seamless migration process, dimana dampak dari proses transisi dari Palapa D ke Palapa N-2 dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar dampaknya menjadi seminimal mungkin dan tidak dirasakan oleh pelanggan.

Kita tahu bahwa satelit palapa d sebenarnya memiliki masa aktif selama 15 tahun yang semestinya berakhir pada tahun 2025. Namun dikarenakan diwaktu peluncurannya terjadi kegagalan pada roket dalam proses menempatkan Palapa D diorbitnya sehingga diperlukan penyelamatan lanjutan agar satelit palapa D dapat diposisikan pada orbit yang benar yaitu di 113 bujur timur.

Dampak dari manuver penyelamatan satelit palapa d tersebut mengakibatkan berkurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk mempertahankan Satelit diorbitnya yang mengakibatkan masa operasi satelit tersebut ikut berkurang dari 15 tahun yang direncanakan dan diperkirakan hanya cukup untuk mengoperasikan satelit Palapa D selama sekitar 10 tahun.

Sampai saat ini bisa dipastikan orbit 113 bujur timur adalah merupakan ekosistem utama bagi penyiaran di Indonesia yang menggunakan layanan Free to Air. Dimana kapasitas transponder (frekuensi) yang ada di Palapa D disewakan kepada operator penyiaran dan telekomunikasi.

Selain itu juga menunjang layanan lainnya termasuk pemakaian untuk layanan televisi, link Indosat Ooredoo TV, layanan jaringan privat, akses internet, multimedia, dan konferensi video mampu menyediakan layanan broadband.

Dengan demikian diharapkan satelit ini dapat menjalankan peranan yang cukup vital dalam menyampaikan informasi ke masyarakat lewat lembaga penyiaran dan lebih jauh berguna untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Komentar dengan nama akun "Unknown" atau "Anonim" tidak akan dipublish.